PUSBANGSITEK,
Teknologi sering menjadi tolak ukur majunya sebuah bangsa. apakah anda
sudah mengetahui fakta penemuan yang didapat oleh umat islam dalam
teknologi. artikel dibawah akan menjelaskan fakta penemuan umat islam.
Fakta Penemuan Teknologi Islam Yang Disembunyikan Dari Sejarah
Sejarah adalah
peristiwa yang sudah terjadi, namun baru ditulis kemudian, jauh setelah
kejadian sebenarnya berlalu. Sebagai cerita masa lalu sejarah mudah
untuk dimanipulasi, dan disampaikan kepada generasi berikutnya yang
hanya bisa menerima mentah-mentah informasi itu sebagai kebenaran.
Informasi mengenai penemuan-penemuan
sains dan teknologi yang pernah kita terima kebanyakan berasal dari
buku-buku pengetahuan Barat. Penemu-penemu yang disebut sebagai yang
pertama di dunia itu pun dipuji sebagai orang yang berjasa kepada ilmu
pengetahuan dan umat manusia.
Abad pertengahan, masa kegelapan di Barat
Sejak jatuhnya kekaisaran Romawi tanggal
4 September 476, ketika kaisar terakhir dari kekaisaran Romawi Barat,
Romulus Augustus, diberhentikan oleh Odoacer, seorang Jerman yang
menjadi penguasa Itali setelah Julius Nepos meninggal pada tahun 480,
maka dikatakan Eropa telah memasuki Masa-masa Kegelapan (Dark Ages).
Masa-masa Kegelapan ini berlangsung kira-kira dari tahun 476 itu hingga
Renaisans, sekitar tahun 1500-an. Renaisans disebut juga masa kelahiran
kembali Eropa, atau kelahiran kembali budaya Yunani dan Romawi Purba,
berupa kemajuan di bidang seni, pemikiran dan kesusasteraan yang
mengeluarkan Eropa dari kegelapan intelektual abad pertengahan.
Kembalinya budaya Yunani dan Romawi
Purba tersebut direbut dari tangan ilmuwan-ilmuwan Islam setelah
mengalami perkembangan yang luar biasa. Dengan tanpa malu-malu,
plagiator-plagiator Eropa itu mengklaim bahwa penemuan-penemuan sains
dan teknologi itu adalah hasil usaha mereka.
Sekarang, saya mencoba mengutipkan untuk
anda, fakta sebenarnya yang terjadi, bahwa penemuan-penemuan sains dan
teknologi itu sebagian besar berasal dari masa kejayaan Kekhalifahan
Islam, oleh para sarjana Muslim. Semoga pengetahuan ini dapat
disampaikan kepada anak-cucu kita dan menjadi penyadar bahwa kita
sebenarnya mempunyai potensi yang sangat besar untuk menguasai kembali
sains dan teknologi, dan tidak hanya menjadi pemakai atau korban
teknologi.
Sejak 5.000 tahun SM
Masa perkembangan kebudayaan Mesir
Purba. Menghasilkan limas-limas (piramida) yang hebat, sistem pengairan
yang baik dan sistem bintang yang cukup bagus. Namun ilmu bintang
(astronomi) masih tercampur-aduk dengan ilmu perbintangan (astrologi).
Ahli-ahli pengetahuan adalah pendeta-pendeta yang tidak mengenal batas
antara logika, takhayul, dan kepercayaan, yaitu pemuja tritunggal
Apis-Isis-Osiris.
Sejak 4.000 tahun SM
Masa perkembangan kebudayaan India
Purba. India dengan kecenderungan samadinya lebih terkungkung dalam
metafisika, monisme (menunggalnya manusia dengan dewata), dan pantheisme
(hadirnya dewata di dalam segala yang ada). Mewariskan pengetahuan
Astadhyayi, tata bahasa Sanskrit oleh Panini (kurang lebih 400 tahun SM)
adalah pembahasan ilmiah ilmu bahasa yang mendahului pembahasan oleh
Aristoteles (384-322 SM) dan bernilai jauh lebih tinggi.
Sejak lebih dari 2.000 tahun SM
Merupakan masa perkembangan kebudayaan
Tiongkok Purba. Dengan pengetahuan bercorak kudus (sacral, scared).
Mereka berpikir bahwa segala pemberian berasal dari Thian dan bukan
obyektif-empirik, hasil ikhtiar manusia secara sistematik. Cara berpikir
manusia Tiongkok Purba pada umumnya masih berdasarkan firasat dan
renungan, belum kritik-analitik.
Sejak lebih dari 1.000 tahun SM
Berkembangnya kebudayaan Parsi Purba.
Penemuan jentera (roda gigi/gir) dalam pembuatan tembikar, dan kini
mulai dari jam tangan yang terkecil hingga roket angkasa yang terbesar
menggunakan jentera di dalam mesinnya.
Sejak 500 tahun SM
Dimulainya kebudayaan Yunani-Romawi.
Dengan filsafat anthroposentrik (manusia berada pada pusat segala
aktivitas) mereka di dalam banyak hal berlawanan dengan
kecenderungan-kecenderungan niskala Mesir Purba, India Purba, Tiongkok
Purba, dan Parsi Purba serta bersikap akliah (rational). Kecendrungan
berpikir seolah-olah manusia berdiri di luar alam dan melihat alam
sebagai suatu yang terpotong-potong, maka lahirlah pengertian jagat
besar (makrokosmos) dan jagat kecil (mikrokosmos). Tidak ada batas
antara filsafat dan pengetahuan.
48 SM – 371
Penyerbuan Julius Caesar, kaisar Romawi,
pada tanggal 48 SM menghancurkan karya-karya asli ilmu filsafat dan
pengetahuan Yunani di perpustakaan-perpustakaan Iskandariah. Kemudian
pada 272 M Kaisar Romawi berikutnya, Lucius Domithius Aurelianus, dan
Kaisar Theodosius Magnus pada 371 M melakukan hal yang sama.
476
Awal Eropa memasuki masa kegelapan (Dark Ages), yaitu sejak jatuhnya kekaisaran Romawi terakhir tanggal 4 September 476 di mana kaisar Romawi Barat, Romulus Augustus, diberhentikan oleh Odoacer.
Awal Eropa memasuki masa kegelapan (Dark Ages), yaitu sejak jatuhnya kekaisaran Romawi terakhir tanggal 4 September 476 di mana kaisar Romawi Barat, Romulus Augustus, diberhentikan oleh Odoacer.
571
Kelahiran Nabi Muhammad Saw pada tanggal 12 Rabiul Awal pada Tahun Gajah (bertepatan dengan 20 April 571). Disebut Tahun Gajah disebabkan pada tahun itu Raja Abrahah dari Yaman dengan 60 ribu pasukan bergajahnya ingin menghancurkan Kabah (Baitullah) di Makkah, namun digagalkan Allah Swt dengan serangan burung ababil yang melempari pasukan itu dengan batu berapi (QS.Al-Fiil). Muhammad Saw adalah Rasul terakhir utusan Allah Swt yang membawa risalah kenabian untuk seluruh umat manusia dan alam semesta.
Kelahiran Nabi Muhammad Saw pada tanggal 12 Rabiul Awal pada Tahun Gajah (bertepatan dengan 20 April 571). Disebut Tahun Gajah disebabkan pada tahun itu Raja Abrahah dari Yaman dengan 60 ribu pasukan bergajahnya ingin menghancurkan Kabah (Baitullah) di Makkah, namun digagalkan Allah Swt dengan serangan burung ababil yang melempari pasukan itu dengan batu berapi (QS.Al-Fiil). Muhammad Saw adalah Rasul terakhir utusan Allah Swt yang membawa risalah kenabian untuk seluruh umat manusia dan alam semesta.
610
Nabi Muhammad Saw menerima wahyu pertama, yakni Alquran surah Al-alaq ayat 1-5 yang diawali dengan kalimat “iqro” yang artinya bacalah. Kalimat ini menjadi awal ditemukannya metoda ilmiah, yakni metode empirik-induktif dan percobaan yang menjadi kunci pembuka rahasia-rahasia alam semesta yang menjadi perintis modernisasi Eropa dan Amerika.
Nabi Muhammad Saw menerima wahyu pertama, yakni Alquran surah Al-alaq ayat 1-5 yang diawali dengan kalimat “iqro” yang artinya bacalah. Kalimat ini menjadi awal ditemukannya metoda ilmiah, yakni metode empirik-induktif dan percobaan yang menjadi kunci pembuka rahasia-rahasia alam semesta yang menjadi perintis modernisasi Eropa dan Amerika.
Guna penyebaran agama, dikembangkanlah
gerakan yang bertujuan membuat “melek” huruf yang belum pernah ada
bandingannya pada masa itu. Kepandaian baca tulis tidak lagi menjadi
monopoli kaum cendikiawan. Ini adalah langkah pertama gerakan ilmu
secara besar-besaran.
Konsep tentang karantina pertama kali
diperkenalkan dalam abad ke-7 oleh Nabi Muhammad Saw, yang dengan
bijaksana memperingatkan supaya hati-hati ketika memasuki atau
meninggalkan suatu daerah yang terkena wabah penyakit. Sejak abad ke-10,
dokter-dokter Islam berinovasi dengan mengisolasi individu-individu
penderita penyakit dan mengasingkannya ke arah utara. Sedangkan konsep
karantina yang dikembangkan di Venice, Italia pada tahun 1403 bukanlah
yang pertama di dunia.
660 – 750
Kekuasaan Daulah Umayyah menguasai
Damsyik (Spanyol) tahun 629 M, Syam dan Irak tahun 637 M, Mesir sampai
Maroko tahun 645 M, Persia tahun 646 M, Samarkand tahun 680 M, seluruh
Andalusia tahun 719 M, dan akhirnya tertahan di Poiteier pada tahun 732 M
dalam usahanya memperluas pengaruh ke Prancis.
700-an (Kompas, navigasi, ensiklopedi geografi, kalender, peta dunia)
Ahli ilmu geografi Islam dan
navigator-navigatornya mempelajari jarum magnet – mungkin dari orang
Cina, namun para navigator itulah yang pertama kali menggunakan jarum
magnet di dalam pelayaran. Mereka menemukan kompas dan menguasai
penggunaannya di dalam pelayaran menuju ke Barat. Navigator-navigator
Eropa bergantung pada juru-juru mudi Muslim dan peralatannya ketika
menjelajahi wilayah-wilayah yang tak dikenal. Gustav Le Bon mengakui
bahwa jarum magnet dan kompas betul-betul ditemukan oleh Muslim dan
orang Cina hanya berperan kecil. Alexander Neckam, seorang Inggris,
seperti juga orang Cina, mungkin belajar tentang kompas dari
pedagang-pedagang Muslim, namun dikatakan bahwa dialah orang pertama
yang menggunakan kompas dalam pelayaran. Dan orang Cina memperbaiki
keahlian mereka yang berhubungan pelayaran setelah mereka mulai
berinteraksi dengan Muslim selama abad ke-8.
Diceritakan bahwa ilmu geografi
dihidupkan kembali abad ke-15, ke-16 dan ke-17 ketika pekerjaan
Ptolemius di masa lampau ditemukan. Penjelajah dengan
ekspedisi-ekspedisi Portugis dan Spanyol juga mendukung hal ini. Risalah
pertama berbasis ilmiah tentang geografi dihasilkan selama periode ini
oleh sarjana-sarjana Eropa.
Namun apakah fakta sesungguhnya? Ahli
geografi Islam menghasilkan buku-buku yang tak terhitung tentang Afrika,
Asia, India, Cina dan orang-orang Indian selama abad ke-8 hingga abad
ke-15. Tulisan-tulisan itu mencakup ensiklopedi geografi pertama di
dunia, almanak-almanak dan peta jalan. Karya-karya agung abad ke-14 oleh
Ibnu Battutah menyediakan suatu pandangan yang terperinci mengenai
geografi dunia di masa lampau. Ahli geografi Muslim dari abad ke-10
sampai abad ke-15 telah melampaui hasil dari orang-orang Eropa tentang
geografi daerah-daerah ini dengan baik ketika memasuki abad ke-18. Para
penjelajah Eropa menyebabkan kehancuran pada lembaga pendidikan,
sarjana-sarjana dan buku-buku mereka. Mereka tidak memberikan makna apa
pun pada perkembangan ilmu geografi untuk dunia Barat.
735
Khalifah Abu Ja’far Abdullah Al-Manshur mempekerjakan para penerjemah yang menerjemahkan buku-buku kedokteran, ilmu pasti, dan filsafat dari bahasa Yunani, Parsi dan Sanskrit, di antaranya terdapat Bakhtaisyu Kabir alias Bakhtaisyu ibnu Jurijs ibnu Bakhtaisyu, Al-Fadzj ibnu Naubakht dan anaknya Abu Sahl Tiamdz ibnu Al-Fadzl ibnu Naubakht, serta Abdullah ibnu Al-Muqaffa.
Khalifah Abu Ja’far Abdullah Al-Manshur mempekerjakan para penerjemah yang menerjemahkan buku-buku kedokteran, ilmu pasti, dan filsafat dari bahasa Yunani, Parsi dan Sanskrit, di antaranya terdapat Bakhtaisyu Kabir alias Bakhtaisyu ibnu Jurijs ibnu Bakhtaisyu, Al-Fadzj ibnu Naubakht dan anaknya Abu Sahl Tiamdz ibnu Al-Fadzl ibnu Naubakht, serta Abdullah ibnu Al-Muqaffa.
740-an
Berbagai bentuk jam mekanik dihasilkan oleh insinyur-insinyur Muslim Spanyol, ada yang besar dan kecil, dan pengetahuan ini kemudian sampai ke Eropa melalui terjemahan buku-buku mekanika Islam ke bahasa Latin. Jam-jam ini menggunakan sistem picu beban. Gambar desain dari beberapa bagian gir dan sistem kerjanya juga ada. Jam seperti itu dilengkapi dengan buangan air raksa, jenis yang kemudian secara langsung dijiplak oleh orang-orang Eropa selama abad ke-15. Sebagai tambahan, selama abad ke-9, Ibn Firnas dari Spanyol Islam, menurut Will Durant, menemukan sebuah alat yang mirip arloji sebagai penanda waktu yang akurat. Ilmuwan-ilmuwan Muslim juga membangun bermacam jam-jam astronomi yang sangat akurat untuk digunakan dalam observatorium-observatorium mereka. Tetapi dikatakan kepada kita bahwa sampai abad ke-14, satu-satunya jenis jam yang ada adalah jam air. Di tahun 1335, sebuah jam mekanis yang besar dibangun di Milan, Italia. Dikatakan bahwa jam ini adalah jam berpicu beban pertama di dunia.
Berbagai bentuk jam mekanik dihasilkan oleh insinyur-insinyur Muslim Spanyol, ada yang besar dan kecil, dan pengetahuan ini kemudian sampai ke Eropa melalui terjemahan buku-buku mekanika Islam ke bahasa Latin. Jam-jam ini menggunakan sistem picu beban. Gambar desain dari beberapa bagian gir dan sistem kerjanya juga ada. Jam seperti itu dilengkapi dengan buangan air raksa, jenis yang kemudian secara langsung dijiplak oleh orang-orang Eropa selama abad ke-15. Sebagai tambahan, selama abad ke-9, Ibn Firnas dari Spanyol Islam, menurut Will Durant, menemukan sebuah alat yang mirip arloji sebagai penanda waktu yang akurat. Ilmuwan-ilmuwan Muslim juga membangun bermacam jam-jam astronomi yang sangat akurat untuk digunakan dalam observatorium-observatorium mereka. Tetapi dikatakan kepada kita bahwa sampai abad ke-14, satu-satunya jenis jam yang ada adalah jam air. Di tahun 1335, sebuah jam mekanis yang besar dibangun di Milan, Italia. Dikatakan bahwa jam ini adalah jam berpicu beban pertama di dunia.
750 – 1258
Kekuasaan Daulah Abbasiah di Baghdad (Irak)
765
Fakultas kedokteran pertama didirikan oleh Jurjis ibnu Naubakht.
Fakultas kedokteran pertama didirikan oleh Jurjis ibnu Naubakht.
800
Ibn Firnas, seorang penemu Muslim Spanyol, tercatat sebagai orang yang pertama membangun dan menguji sebuah pesawat terbang pada tahun 800-an. Roger Bacon belajar tentang pesawat terbang dari referensi-referensi ilmuwan Muslim mengenai pesawat terbangnya Ibnu Firnas. Belakangan yang dikenal adalah penemuan oleh Bacon, ditanggali sekitar 500 tahun kemudian dan Da Vinci sekitar 700 tahun kemudian.
Ibn Firnas, seorang penemu Muslim Spanyol, tercatat sebagai orang yang pertama membangun dan menguji sebuah pesawat terbang pada tahun 800-an. Roger Bacon belajar tentang pesawat terbang dari referensi-referensi ilmuwan Muslim mengenai pesawat terbangnya Ibnu Firnas. Belakangan yang dikenal adalah penemuan oleh Bacon, ditanggali sekitar 500 tahun kemudian dan Da Vinci sekitar 700 tahun kemudian.
Para ahli matematika Islam yang
menemukan aljabar memperkenalkan konsep tentang menggunakan huruf-huruf
sebagai variabel-variabel yang tak dikenal dalam persamaan-persamaan
sejak abad ke-9. Melalui sistem ini, mereka memecahkan berbagai
persamaan-persamaan yang kompleks, termasuk kuadrat dan persamaan
pangkat tiga. Mereka menggunakan simbol-simbol untuk mengembangkan dan
menyempurnakan teorema binomial. Jadi Francois Vieta, seorang ahli
matematika Prancis, bukanlah yang pertama menggunakan lambang-lambang
aljabar pada tahun 1591. Dia menulis persamaan-persamaan aljabar dengan
huruf-huruf seperti x dan y, dan mengatakan bahwa penemuannya ini
mempunyai dampak serupa dengan kemajuan dari penggunaan angka Romawi ke
angka Arab.
Dikatakan bahwa selama abad ke-17 Rene
Descartes telah menemukan bahwa aljabar bisa digunakan untuk memecahkan
persoalan geometris. Tetapi jauh sebelumnya, yakni sejak abad ke-9, para
ahli matematika di masa kekhalifahan Islam sudah melakukan hal yang
sama. Pertama adalah Thabit bin Qurrah, kemudian diikuti oleh Abu
Al-Wafa pada abad ke-10 dengan membukukan kegunaan Aljabar untuk
mengembangkan geometri menjadi eksak dan menyederhanakan sains.
Diinformasikan juga kepada kita bahwa
tadinya tidak ada perbaikan sejak dibuatnya ilmu bintang selama Abad
Pertengahan mengenai gerakan planet-planet sampai abad ke-13. Lalu
seorang bijaksana dari Kastil (Spanyol Tengah) bernama Alphonso
menemukan Tabel Alphonsine, yang lebih akurat dibanding tabel milik
Ptolemius.
Fakta sebenarnya adalah ahli ilmu falak
(ilmu bintang) Islam membuat banyak perbaikan-perbaikan atas penemuan
Ptolemius sejak abad ke-9. Mereka adalah ahli ilmu falak pertama yang
memperdebatkan gagasan-gagasan kuno Ptolemius. Di dalam kritik mereka
atas orang-orang Yunani, mereka manyatukan bukti bahwa matahari adalah
pusat dari sistem matahari dan bahwa garis orbit bumi dan planet-planet
lainnya boleh jadi berbentuk lonjong (elips). Mereka menghasilkan
ratusan tabel-tabel astronomikal dengan keakuratan tinggi dan
gambar-gambar bintang. Banyak dari kalkulasi mereka sangat akurat
sehingga mereka dihormati pada masa itu. Tabel milik Alphonso
(Alphonsine Tables) hanyalah sekedar salinan dari pekerjaan ilmu bintang
yang dipancarkan ke Eropa melalui Islam di Spanyol.
Disebutkan pula bahwa seorang sarjana
Inggris bernama Roger Bacon pada tahun 1268 untuk pertama kali membuat
lensa kaca untuk meningkatkan penglihatan. Pada waktu yang hampir
bersamaan, kacamata bisa didapat dan telah digunakan di Cina dan Eropa.
Tentu saja kacamata sudah muncul sebelum kacamata Roger Bacon selesai
pembuatannya, karena Ibnu Firnas dari Spanyol Islam sudah menemukan
kacamata pada abad ke-9, dan diproduksi serta dijual di wilayah Spanyol
selama lebih dari dua abad. Setiap sebutan kacamata oleh Roger Bacon,
maka itu hanyalah sebuah pengaliran kembali pekerjaan Al-Haytham, orang
yang memiliki hasil riset yang dijadikan referensi oleh Bacon.
Sarjana-sarjana Islam dari abad ke-9
sampai ke-14 mempelajari dan menemukan ilmu etnografi. Sejumlah ahli
geografi Muslim menggolongkan ras-ras, mencatat secara terperinci
penjelasan kebiasaan-kebiasaan budaya unik mereka dan penampilan
fisiknya. Para ahli Muslim itu menulis ribuan halaman mengenai topik
ini. Pekerjaan seorang Jerman bernama Johann F. Blumenbach (1752-1840)
yang mengaku sebagai yang pertama menggolong-golongkan ras ke dalam 5
golongan besar (kulit putih, kuning, coklat, merah dan hitam), tidak
sebanding dengan pekerjaan-pekerjaan ahli geografi Muslim itu.
813
Pada masa kekuasaan Khalifah Al-Maimun ibnu Harun Al-Rasyid didirikan Daru Al-Hikmah atau Akademi Ilmu Pengetahuan pertama di dunia, yang terdiri dari perpustakaan, pusat pemerintahan, observatorium bintang, dan universitas (Daru Al-Ulum.
Pada masa kekuasaan Khalifah Al-Maimun ibnu Harun Al-Rasyid didirikan Daru Al-Hikmah atau Akademi Ilmu Pengetahuan pertama di dunia, yang terdiri dari perpustakaan, pusat pemerintahan, observatorium bintang, dan universitas (Daru Al-Ulum.
850
Ahli kimia Islam menghasilkan kerosin (minyak tanah murni) melalui penyulingan produk minyak dan gas bumi (Encyclopaedia Britannica, Petroleum) lebih dari 1.000 tahun sebelum Abraham Gesner, orang Inggris, mengaku sebagai yang pertama menghasilkan kerosin dari penyaringan aspal.
Ahli kimia Islam menghasilkan kerosin (minyak tanah murni) melalui penyulingan produk minyak dan gas bumi (Encyclopaedia Britannica, Petroleum) lebih dari 1.000 tahun sebelum Abraham Gesner, orang Inggris, mengaku sebagai yang pertama menghasilkan kerosin dari penyaringan aspal.
866
Kertas tertua yang menjadi contoh untuk dicetak di dunia Barat adalah sebuah naskah Arab berjudul Gharib Al-Hadist oleh Abu ‘Ubyad Al-Qasim ibnu Sallam bertanggal Dzulqaidah 252 atau 13 Nopember – 12 Desember 866, yang masih tersimpan di Perpustakaan Universitas Leiden.
Kertas tertua yang menjadi contoh untuk dicetak di dunia Barat adalah sebuah naskah Arab berjudul Gharib Al-Hadist oleh Abu ‘Ubyad Al-Qasim ibnu Sallam bertanggal Dzulqaidah 252 atau 13 Nopember – 12 Desember 866, yang masih tersimpan di Perpustakaan Universitas Leiden.
900-an
Pabrik kertas muncul di Mesir, kemudian di Maroko tahun 1100 M, dan di Spanyol tahun 1150 M yang sudah berhasil membuat kertas putih dan berwarna.
Pabrik kertas muncul di Mesir, kemudian di Maroko tahun 1100 M, dan di Spanyol tahun 1150 M yang sudah berhasil membuat kertas putih dan berwarna.
Bandul ditemukan oleh Ibnu Yunus
al-Masri selama abad ke-10, orang yang pertama mempelajari dan
mendokumentasikan gerakan bergetarnya. Hasil perhitungannya digunakan
dalam jam-jam yang diperkenalkan oleh ahli ilmu Fisika Muslim selama
abad ke-15. Baru pada abad ke-17 Galileo yang masih remaja telah
menciptakan bandul. Diceritakan bahwa dia melihat cahaya api pada
lampunya berayun-ayun tertiup angin, lalu dia pulang ke rumah dan
menemukan bandul dengan inspirasi itu.
Dikatakan bahwa trigonometri
dikembangkan oleh bangsa Yunani, padahal di masa itu Trigonometri hanya
tinggal teori. Teori itu kemudian dikembangkan dan mencapai tingkat
kesempurnaan yang modern di tangan sarjana-sarjana Muslim, dan
penghargaan untuk itu secara khusus pantas diberikan kepada al-Battani.
Dialah yang menguraikan kata-kata fungsi dasar dari ilmu pengetahuan
ini, seperti sinus, kosinus, tangen, dan kotangen. Istilah sebelumnya
berasal dari terminologi Arab, Jaib untuk sinus yang berarti garis
bengkok, istiwa’ untuk kotangen yang berarti bayangan lurus dari gnomon,
dan tangen adalah bayang-bayang melintangnya. Selain menetapkan dengan
akurat tabel perhitungan trigonometri dari 0 hingga 90 derajat, dia juga
berhasil dengan tepat menghitung satu tahun matahari atau masehi, yaitu
365 hari 5 jam 46 menit dan 24 detik.
Sebelumnya diketahui bahwa persamaan
pangkat tiga yang sulit dan masih belum terpecahkan hingga abad ke-16
ketika Niccolo Tartaglia, seorang ahli matematika Italia berhasil
memecahkannya. Kenyataannya persamaan pangkat tiga seperti itu dan juga
banyak persamaan-persamaan dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi
sudah dapat dipecahkan dengan mudah oleh para ahli matematika Muslim
sejak abad ke-10.
Selama abad ke-10 atau lebih awal,
ratusan ahli matematika Muslim menggunakan dan menyempurnakan teorema
binomial. Mereka memulai penggunaannya untuk solusi yang sistematis atas
persoalan aljabar. Namun dikatakan bahwa Isaac Newtonlah yang
mengembangkan teorema binomial pada abad yang ke-17.
Demikian juga dikatakan bahwa Robert
Boyle, dalam abad ke-17, yang pertama mengembangkan ilmu kimia, padahal
beberapa ahli kimia Muslim, termasuk Ar-Razi, Al-Jabr, Al-Biruni dan
Al-Kindi, melaksanakan eksperimen-eksperimen ilmiah dalam ilmu kimia
sekitar 700 tahun sebelum Boyle melakukannya. Durant menulis bahwa orang
Islam memperkenalkan metode percobaan pada ilmu pengetahuan ini.
Humboldt meyakini bahwa orang Islam sebagai penemu ilmu Kimia.
Paul Ehrlich (abad ke-19) disebut
sebagai pencipta obat-obatan kemoterapi, yakni pemakaian obat-obatan
yang khusus untuk membunuh mikroba, padahal dokter-dokter Islam telah
menggunakan berbagai macam unsur pokok yang spesifik untuk menghancurkan
mikroba. Mereka menggunakan belerang (Sulfur) sebagai bahan utama
khusus untuk membunuh kuman kudis. Ar-Razi (pada abad ke-10) menggunakan
campuran air raksa sebagai antiseptik yang penting.
Banyak ahli kimia Muslim telah
menghasilkan alkohol sebagai obat-obatan terapeutik melalui penyulingan
sejak abad ke-10 dan melakukan pabriksasi alat-alat penyulingan yang
pertama untuk digunakan dalam proses kimiawi. Mereka menggunakan alkohol
sebagai bahan pelarut dan antiseptik, jauh sebelum Arnau de Villanova,
seorang Spanyol pada tahun 1300, yang mengaku telah membuat alkohol yang
pertama di dunia.
Diberitakan bahwa anestesia modern
ditemukan pada abad ke-19 oleh Humphrey Davy dan Horace Wells.
Sebenarnya anesthesia modern ditemukan, dikuasai dan disempurnakan oleh
ahli anestesia Muslim 900 tahun sebelum kedatangan Davy dan Wells.
Mereka menggunakan cara oral seperti juga anestesia yang dihirup.
Sejak abad ke-10 dokter-dokter Islam dan
ahli bedahnya sudah menggunakan alkohol sebagai pencegah infeksi ketika
membersihkan luka-luka, jadi pencegahan infeksi yang dilakukan oleh
ahli bedah dari Inggris, Joseph Lister pada tahun 1865 bukanlah yang
pertama. Ahli bedah di Spanyol yang Islam menggunakan metoda-metoda
khusus untuk memelihara antisepsis sebelum dan selama perawatan. Mereka
juga memulai tindakan-tindakan khusus untuk memelihara kesehatan selama
periode pasca operasi. Tingkat sukses mereka sangat tinggi, sehingga
penjabat-penjabat tinggi di seluruh Eropa datang ke Cordova, Spanyol,
untuk meminta pelayanan kesehatan yang dapat diperbandingkan dengan
“Mayo Clinic” di Abad Pertengahan.
Menurut apa yang kita ketahui, William
Harvey menemukan sirkulasi darah pada awal abad ke-17. Dia yang pertama
dengan benar menguraikan fungsi jantung, pembuluh nadi dan vena. Galen
dari Roma telah memperkenalkan ide yang salah mengenai sistem peredaran
darah, dan Harvey yang pertama menetapkan bahwa darah dipompa ke seluruh
tubuh via oleh kerja jantung dan klep-klep pembuluh darah. Oleh karena
itu, dia dihormati sebagai pendiri ilmu tubuh manusia (physiology).
Tetapi 7 abad sebelumnya, yakni pada
abad ke-10, Ar-Razi menulis sebuah risalah yang mendalam mengenai sistem
pembuluh darah, dan dengan teliti digambarkannya fungsi pembuluh darah
dan klep-klepnya. Ibnu An-Nafs dan Ibnu Al-Quff (pada abad ke-13)
mendokumentasikan secara penuh tentang sirkulasi darah dan dengan tepat
menggambarkan ilmu urai tubuh dari jantung dan fungsi klep-klepnya 300
tahun sebelum Harvey. William Harvey adalah seorang lulusan Universitas
Padua yang terkenal di Itali, yang pada waktu itu mayoritas kurikulumnya
didasarkan pada teks buku Ibnu Sina dan Ar-Razi.
Sumber:
(www.hasbenyou.com)


Komentar